Tutorial langkah demi langkah untuk mengoptimalkan manajemen perpustakaan Anda.
1
BIS Code & Pengelolaan Buku
Setiap buku memiliki kode identifikasi unik bernama BIS Code (contoh: LIB00037742) yang terdiri dari 3 huruf kode kategori (Level 1) diikuti 8 digit ID.
- BIS Code Wajib: Pengisian BIS Code wajib dicantumkan pada modal form tambah dan edit buku.
- Konfirmasi Duplikat: Sistem secara otomatis memverifikasi BIS Code saat penyimpanan. Jika kode sudah digunakan oleh buku lain, browser akan menampilkan pesan dialog konfirmasi agar data tidak tertukar.
- Ketebalan Buku: Diisi dalam satuan milimeter (mm) untuk keperluan kalkulasi kapasitas penyimpanan rak.
- Cetak Label (50x20mm): Klik ikon printer () di kolom aksi tabel utama untuk membuka jendela cetak label dengan layout presisi 50x20mm berisi Judul, Penulis, Dewey, Sort Code, serta barcode BIS Code (Code 39) yang di-generate 100% offline.
2
Hierarki Tingkat Kategori (Level)
Pengelompokan buku didasarkan pada 3 tingkat kategori hierarkis (Level 1 induk, Level 2 sub-induk, Level 3 anak).
- Kode Level: Singkatan identifikasi kategori (misal:
ENG untuk English, JPN untuk Japanese) yang akan disisipkan ke dalam BIS Code dan Sort Code secara otomatis.
- Audio Pronunciation: Setiap kategori level dapat diasosiasikan dengan berkas suara (TTS). Anda dapat mengunggah berkas MP3 baru atau memilih berkas yang sudah ada dari pustaka audio lokal.
- Cascading Update: Jika Anda mengubah nama level, seluruh relasi sub-level di bawahnya beserta data buku terkait akan diperbarui secara otomatis di database.
3
Format Kode Sortir (Sort Code)
Sort Code adalah kode pengurutan sistematis buku pada rak untuk mempermudah pustakawan mencari dan menata fisik buku. Formatnya diatur secara terstruktur sebagai berikut:
[KODE_LVL_1]-[KODE_LVL_2]-[KODE_LVL_3]-[3_DIGIT_DEWEY]/[KODE_RAK]
- Komponen Kode:
• KODE_LVL_1 / 2 / 3: Kode singkatan level kategori (misal: SEN, G10).
• 3_DIGIT_DEWEY: 3 digit pertama dari klasifikasi Dewey buku (misal: 323).
• KODE_RAK: Lokasi fisik rak (di belakang tanda garis miring /, misal: B2A).
- Contoh Nyata: Kode sortir
SEN-G10-323/B2A menunjukkan buku kategori Seni, sub-kategori G10, klasifikasi Dewey 323, yang diletakkan di Rak B2A.
- Interaktif QR Code: Di tabel utama catalog, klik pada badge Sort Code untuk memunculkan gambar QR Code secara instan untuk kebutuhan pelabelan.
4
Kapasitas Rak & Visualisasi
Kapasitas rak dihitung secara real-time berdasarkan total ketebalan seluruh buku yang ditaruh di dalam rak tersebut.
Rumus Sisa Kapasitas:
Sisa (cm) = Kapasitas Rak (cm) - [Total Ketebalan Buku (mm) / 10]
- Visualisasi Warna Progress Bar:
• Hijau: Kapasitas aman (terisi di bawah 80%).
• Oranye: Kapasitas menipis (terisi antara 80% hingga 95%).
• Merah: Kapasitas penuh (terisi melebihi 95%).
- Visual Rak (Buka Halaman): Menampilkan status kepenuhan rak dalam 5 kolom responsif. Klik kartu rak untuk membuka daftar buku lengkap di dalamnya beserta kolom pencarian lokal.
5
Scanner Smartphone & Auto Play Audio
Halaman pencarian cepat (scan.php) dirancang khusus agar nyaman digunakan melalui smartphone pustakawan.
- Scan BIS Code: Masukkan BIS Code secara manual atau tembak menggunakan barcode scanner fisik lalu tekan Enter untuk melihat info lengkap buku dan lokasi penempatannya.
- Pengaturan Autoplay: Di bawah input pencarian terdapat saklar Auto Play Audio dan checkbox audio Level 1-3 serta Rak. Jika aktif, sistem akan langsung menyuarakan kategori level disusul ejaan huruf rak secara berurutan.
- Pemberhentian Tumpang Tertindih: Jika scanner mendeteksi buku baru saat suara buku lama masih berputar, sistem akan menghentikan audio lama dan langsung memutar antrean audio buku baru secara bersih.